FUNtastic Four


Assalamu'alaikum...

Hello, Guys! Kali ini gue mau nge-post tentang super hero. Tentu berbeda dengan super hero yang sudah kalian kenal. Apalagi kalau dibandingkan sama super hero Barat. Walaupun hanya beda sedikit, paling perbandungannya 1 berbanding…20 doang. Itu perbandingannya jauh, Bego!

Nah, kali ini gue mau membandingkan tim super hero barat dengan tim super hero punya gue. Keren kan punya tim super hero? Keren, Bro! Yang mau gue bandingkan adalah Fantastic Four di dunia barat dengan FUNtastic Four di dunia gue. Lo heran kenapa nama tim gue FUNtastic Four? Sama gue juga heran. Eh, Kampret! Enggak deng, gue tau. Alasannya adalah karena tim gue beda fungsi sama tim barat. Kalau fungsi Fantastic Four ya…menolong masyarakat yang sedang susah gitu kan. Nah, kalau FUNtastic Four fungsinya…enggak ada kayaknya. Asli, gue juga emang enggak tau fungsinya apa. Karena memang kita lebih banyak melakukan hal tolol.

Personil FUNtastic Four adalah Bagas, Irvan, Billi, dan pastinya…gue. Bagas itu sifatnya sama kayak Human Torch di Fantastic Four. Dia cenderung pemarah tetapi bedanya, Bagas marah dengan sikapnya yang konyol. -_- caranya gimana? Ya…pokoknya begitu lah. Kalau Irvan, sama kayak Mr. Fantastic yang punya tubuh super elastis. Karena tingkat elastisitas yang tinggi, kalau lo sentuh pipinya, seketika langsung timbul lubang gitu. Itu lesung pipi kali… Kalau Billi, dia sama kayak The Thing. Kejam juga sih gue mempersamakan dia dengan The Thing, tetapi nyatanya mirip banget. Yaa Tuhan maafkan gue, Tuhan. Nah, terakhir adalah gue. Karena yang tersisa adalah The Invisble Woman, itu artinya gue mirip sama…oh enggak, gue enggak mirip sama dia. Gue kan cowo tuh, lah dia kan cewe. Jadi, gue ganti jadi The Invisible Man. Gue heran juga dari sebelah mananya gue mirip, gue kan enggak bisa menghilang. Walaupun bisa, kayaknya lebih cocok dipanggil The Tuyul Man daripada The Invisible Man. Cocok!

Persamaan dari masing-masing karakter personil FUNtastic Four itu…kita cenderung disebut pemberontak juga. Tetapi berontak di sini dalam artian berontak yang positif atau bisa disebut juga kritis. Gue juga enggak ngerti kenapa kami bisa mempunyai pikiran yang sama tetetapi berbeda dengan orang lain. Mungkin kita sudah punya ikatan batin kali ya. Geli, Bro… Tetapi gue juga sempet mikir ini tuh memang sifat kami yang kritis atau pemikiran kami yang ngaco. Tak apa lah ngaco juga, yang penting tetap solid, kan? Aselole joss!

Selain sikap kami yang kritis, berontak, dan juga konyol. Kami juga sering melakukan hal yang pada umumnya sering dilakukan oleh seseorang jika sahabatnya berulang tahun. Yaitu melakukan proses bullying. Ya, memang kejam. Tetapi hal ini dilakukan agar orang yang berulang tahun itu mendapatkan kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan dari sahabat-sahabatnya.

Nah, target proses bullying yang akan gue ceritakan kali ini adalah The Thing alias Billi. Sekitar satu bulan yang lalu, tepat ia menginjakkan usia kali ke 17. Pada awalnya, memang enggak ada niat gue sama yang lain buat nge-bully dia. Tetapi gue pikir kembali, sayang banget kalau enggak ada. Rasanya tuh kurang pas, sama enggak pas-nya kayak ketek tanpa bulu ketek. Akhirnya gue ajak Bagas sama Irvan untuk merencanakan proses ini. Tanpa sang batu eh Billi tau tentunya.

Kami berkumpul di kantin, sekaligus makan siang. Gue membuka pembicaraan,

Gue     : Jadi, gimana nih rencana kita?
Bagas dan Irvan saling menoleh sembari mengangkat bahu mereka.
Bagas  : Ga tau, gimana emang?
Tangan gue menggaruk dagu sembari berharap ide bermunculan. Otak lo di dagu emang, ya?
Gue     : Nah! Kalau kita kempes-in aja ban motornya terus spion juga kita umpet-in. Gimana?
Bagas ketawa ngakak. Kayak orang gila tuh anak.
Irvan    : Caw!

Kami bertiga beranjak dari kantin, menuju motor target kami. Sampai di depan target, tingkah kami sudah kayak maling banget. Gue sendiri rada takut. Takut ada guru yang lewat terus lapor ke Kepala Sekolah, kami dikeluarkan dari sekolah, kami bertiga mengamen di pinggir jalan, dan hidup sengsara selamanya. Bersama. Lebay banget…

Tetapi kami enggak perduli dengan apa yang terjadi. Kami tetap melancarkan aksi kami. Ban depan dan ban belakang sudah habis anginnya. Kaca spion sebelah kanan sudah berhasil kami lepas. Nah, ada masalah pas melepas kaca spion sebelah kiri. Kebetulan gue yang bertugas untuk mengecek keadaan sekitar. Pas gue liat ke arah belakang, gue kaget banget.

Gue     : Kampret! Ada Billi, coy! Kabur, kabur!

Bagas menoleh ke belakang dan menampilkan ekspresi yang kaget juga. Sedangkan Irvan, dia lagi sibuk melepas kaca spion. Setelah kaca spion terlepas, kami langsung mengeluarkan jurus andalan kami. Yaitu…jurus seribu bayangan. Ya, kami lari sekuat tenaga kami layaknya sedang dikejar oleh anjing. Padahal babi sebetulnya.

Karena terburu-buru, kami bersembunyi di sekre osis. Dugaan awal kami, Billi akan kembali ke sekre untuk mengejar kami. Ssudah lama kami menunggu dan bersembunyi, ternyata enggak ada. Akhirnya kami keluar dari sekre dan menghelakan nafas sebentar. Seketika Irvan menyeloteh,

Irvan    : Jadi, kita udah ngerjain si Billi tapi enggak bakal dikasih kue nih?

Kami memang belum sempat memikirkan mau dikasih apa target kami. Yang kami pikirkan hanya cara agar berhasil mengempeskan bannya Billi. Alhasil berhasil, dan kami kebingungan hadiahnya apa. Emang parah.

Bagas  : Iya bener, kasih apa nih? Uang juga dari mana? Aduh…parah!

Salah satu temen gue, namanya Gita. Memberi usulan kepada kami,

Gita     : Kasih kue ulang tahun aja. Kan murah tuh, cepet pula.

Gue, Irvan, dan Bagas mengangguk-angguk. Lalu kami bertiga pergi ke toko kue dekat sekolah. Setelah dapat, kami langsung mengecek posisi Billi, ternyata dia sedang di tempat tambal ban. Mendengar hal ini, kami langsung meluncur ke sekolah. Lama gue tunggu, target kami enggak muncul-muncul ternyata. Pas gue Tanya lagi, ternyata…ban target kami bocor! Sumpah, enggak kepikiran sama gue kenapa tuh ban bisa bocor. Tak lama kemudian, handphone gue muncul SMS dari Billi, “Ham, kalau mau pada pulang, duluan aja. Ban motor ane bocor, tadi motor ane enggak didorong soalnya, tapi di…naik-in.”

Kampret emang. Dia emang enggak nyadar badan kayaknya. Badan kayak batu juga, ya pasti bocor lah bannya. Sementara kondisi di sekolah, ada yang kesel dan ada juga yang ketawa gara-gara ketolol-an Billi. Ya, kita maklumi saja-lah. Maklum batu. Jahat banget. Hahahaha

Sembari menunggu kabar ban motor Billi yang sedang koma, kami di sekolah mempersiapkan kue yang sudah dibeli. Dimulai dari mencicipi kue, niat kami baik, hanya ingin mengecek bahwa enggak ada racun di kue tersebut. Sampai mempersiapkan lilin yang akan kami tancapkan ke kue. Karena niat kami untuk menjahili Billi, lilin yang kami gunakan pun bukan lilin sembarangan. Kami memakai…lilin magic. Jadi, pas dia menuip lilin, mula-mula lilinnya memang mati. Tetapi beberapa detik kemudian akan menyala lagi dengan sendirinya. Bisa digambarkan alur nyala-mati lilin seperti ini: Lilin nyala à Dititup à Lilin mati à Nyala lagi à Ditiup à Lilin mati à Nyala lagi. Seterusnya akan seperti itu. Emang niat banget mennjahili target. Hihi.

Karena terlalu lama menunggu, dan matahari pun sudah ingin meninggalkan kami, akhirnya kami melakukan rencana cadangan yaitu membuat kejutan di…tempat tambal ban. Memang miris, tetapi memang kenyataannya harus seperti ini. Kami, pergi ke tempat kejadian sembari membawa kue yang telah dipersiapkan. Begitu sampai…surprise! Happy birthday, Billi. Happy birthday, Billi. Gue melihat perubahan yang cukup signifikan dari wajah Billi. Asalnya cemberut, melihat kami datang menjadi kaget, dan ketika kami beri kue menjadi bahagia. Ya, begitulah Billi. Bahagia ketika melihat makanan.

Awalnya gue kira bakal gagal untuk merencanakan hal ini, karena kami merayakannya di tempat tambal ban. Tetapi, rencana kami berhasil! Ya, setidaknya berhasil memberi satu kenangan manis yang tak akan pernah dilupakan oleh Billi tentang kami. Tentang sahabatnya.

Ada satu hal yang gue senang ketika merakayan atau menjahili teman apalagi sahabat yang sedang ulang tahun. Hal itu adalah gue masih sempat untuk memberikan kenangan manis kepada sahabat gue. Sederhana memang, tetapi ini tentang kebahagiaan. Kebahagiaan yang sulit didapat di kehidupan ini. Kebahagian dari sahabat.

This is our story, Guys! FUNtastic Four~

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Ngakak banget... =))

Anonim mengatakan...

damnnnn..... ngakak..FUNtastic four forever hahahaaaa
-Billi-

I mengatakan...

Thanks :)

I mengatakan...

Asalole joss!

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkomentar :)

 
Copyright © Ilham Septiandi | Go Follow ilhxmseptixndi | WBDZGN willykiwil