Waduh.. akhirnya posting juga. Maklum sibuk, jadi baru sempat berjumpa dengan laptop keparat. Kenapa gue sebut keparat? Karena memang ini
laptop menyusahkan banget. Sering error, booting lama, sampe-sampe gue
waktu itu pernah nulis beberapa cerita, eh taunya harus di-install ulang
karena error. Emang keparat. Tapi, se-keparat apapun laptop gue, dia sudah
membantu banyak hal. Dimulai dari edit video untuk -sensor- juga edit gambar
untuk -sensor-. Hahaha. Pokoknya terima kasih banyak, deh!
Bukan laptop aja sebenarnya yang punya masalah. Manusia juga
banyak (banget) yang memiliki masalah. Tapi ada perbedaan antara laptop dan
manusia yang memiliki masalah.
Laptop atau komptuer yang mempunyai masalah alias error itu hanya butuh di-install ulang.
Setelah itu, bisa digunakan kembali., dalam kondisi perangkat yang masih bagus
tentunya. Berbeda dengan manusia, manusia yang mempunyai banyak masalah alias error itu percuma kalau
dengan cara di-install ulang. Kenapa percuma? Karena lo pasti
enggak bakal tau cara install ulang manusia. Lo cari di Mbah Google juga enggak bakal
ketemu.
Manusia itu memang tempatnya berbuat kesalahan. Gue ingat pernah
baca buku yang di dalamnya terdapat tulisan 'Manusia adalah tempat berbuat
kesalahan lalu memperbaikinya. Jika manusia tidak membuat kesalahan, lalu untuk
apa Tuhan menciptakan kehidupan?'. Setelah gue baca, gue mulai bengong. Mulai
memikirkan kerasnya kehidupan. Karena terlalu keras berpikir, gue enggak nyadar
mulut gue mengeluarkan cairan-cairan, lalu menetes sedikit-demi sedikit. Hingga
pada akhirnya gue melihat kakak gue sudah memakai pelampung berenang di air
liur gue dan adik gue minta tolong karena enggak bisa renang. Cukup,
ini lebay.
Memang benar, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna.
Tapi, jika dibandingkan dengan sesama manusia, manusia itu enggak ada yang
sempurna. Pasti ada kesalahan yang dilakukan. Gue juga jadi inget lagu karya
Andra and The Backbone yang berjudul Sempurna. Menurut gue, ini lagu liriknya
berbeda banget sama kenyataan. Manusia jika dibandingkan dengan manusia lagi
enggak ada yang sempurna, semuanya sama. Tapi... gue suka sih sama lagunya.
Enak didengar dan liriknya ngena banget! Jadi liriknya enggak sesuai kenyataan atau ngena
banget?-_-.
Selain manusia enggak ada yang sempurna, gue juga percaya kalau
manusia itu enggak ada yang sama antara satu sama lain. Baik dalam bentuk fisik
maupun mental. Bahkan, anak yang kembar pun terlihat jelas perbedaannya jika
diteliti lebih dalam lagi. Terutama kalau anak kembar itu cewek sama cowok. Lo
pegang aja dadanya, maka lo akan menemukan perbedaannya. Perbedaannya tentu
dalam segi fisik. Persamaannya adalah dari reaksi ketika lo pegang dada mereka.
Kalau lo pegang dada yang cowok, maka lo akan digampar karena dikira lo
termasuk dalam spesies manusia yang suka sesama jenis. Tapi, kalau lo pegang
dada yang cewek, maka lo akan digampar juga karena lo kurang ajar. Nah, itu
persamaannya. Lo bakal digampar.
Manusia pasti punya masalah dan manusia enggak bisa di-install ulang.
Manusia punya masalah dan manusia itu berbeda-beda. Artinya, setiap manusia
pasti punya 'ritual' sendiri dalam menyelesaikan masalah. Dimulai dari cara
biasa-biasa aja, sampai dengan cara luar biasa juga banyak. Bahkan ada yang
sampai terjun ke atas bukan ke bawah juga ada. Kalau gue teliti lebih dalam
lagi, orang yang melakukan 'ritual' seperti ini adalah anak titisan Celana dalam di luar (Baca: Superman). Karena seumur hidup
gue, gue enggak pernah liat orang terjun ke atas kecuali si Celana dalam di luar. Mungkin ini lah alasan
mengapa dia memakai celana dalam di luar; agar bisa terjun ke atas. Ngaruhnya
apa? Gue juga enggak tau. Cukup dia dan celana dalamnya saja yang tau.
Dalam menyelesaikan masalah, gue lebih cenderung untuk diam dan
merenung. Tanpa harus bercerita kepada orang lain. Karena gue orangnya enggak
gampang percaya sama orang lain. Ada, sih, satu atau dua orang yang gue percaya
banget. Tapi, itu juga gue saring dulu mana masalah yang bakal gue minta
pendapat dan mana yang enggak. Intinya, beda banget sama teman-teman gue yang
lain. Mereka lebih sering bercerita dan lebih sering meminta pendapat. Itu lah
yang membuat mereka cepat menyelesaikan masalah.
Gue rada jijik sebenernya kalau liat cewek yang lagi ada masalah
lalu mengeluarkan air mata. Menurut gue itu adalah hal yang sia-sia. Karena
selain lo stres akibat banyak masalah, lo juga membuang air mata lo secara
cuma-cuma. Mending kalau lo jual air mata lo. Lo bisa dapat keuntungan dan
akhirnya bisa beli air untuk isi ulang air mata yang telah lo buang. Pokoknya
jijik deh.
Kalau cowok beda lagi. Cowok, termasuk gue, rata-rata sulit untuk
menangis. Entah karena gengsi atau memang enggak bisa aja buat menangis. Tapi
di sini lah bahayanya cowok, karena tidak bisa menangis, mereka membuang penat
dengan melakukan hal konyol bahkan hal yang dapat membahayakan mereka. Bahkan
ada yang sampai gantung diri pake kolor, ada.
Temen cowok gue banyak yang bilang, kalau lagi bete atau badmood itu enaknya ngebut
di jalan naik motor. Katanya, sih, biar fresh lagi karena mood-nya kebawa angin.
Katanya, ya, katanya.
Tapi ya namanya juga penasaran., pernah waktu itu beres UKK, gue stress nih ya. Bukan
karena enggak bisa mengerjakan soal. Tapi emang gue lagi marahan sama
seseorang. Akhirnya, gue mengikuti usulan temen gue; ngebut di jalanan. Tapi
karena gue pikir kurang hot kalau ngebut doang, akhirnya gue play musik di handphone gue.
Gue mulai menuju motor. Gue starter motor gue. Gue
bingung. Kok enggak nyala ya. Gue lihat bagian kunci. 'Loh, kok ga ada?!',
dalam hati gue ngomong. Gue cek kantong gue. 'Oh, kuncinya belum dimasukkin.',
gue nyengir. Oke, gue mulai tancap gas.
Gue bingung mau ambil track ke mana sebetulnya. Tapi gue putuskan untuk
ambil track menuju rumah. Huehehe.
Gue mulai ngebut. Pada awalnya gue menikmati. Menikmati banget malah. Rasanya
tuh kayak naik ke puncak gunung Jaya Wijaya, lalu lompat dan... mati. Enggak
lah! Intinya gue nyaman.
Karena gue ngebut sambil mendengarkan musik, konsentrasi gue
pecah. Gue berencana untuk membeli lem super supaya konsentrasi gue enggak
pecah lagi. Tapi terlambat sudah seperti lagunya Cakra Khan, gue terjatuh
karena enggak sadar motor yang tepat berada di depan gue itu berhenti mendadak.
Gue terjatuh dan tak bisa bangun lagi seperti lagunya Rumor. Kok jadi melow, ya?-_- Enggak. Gue jatuh,
celana gue sobek kegesek jalan. Awalnya gue mengira cuma celana doang yang
sobek, pas gue cek di rumah, 'Kampret!'. Ternyata bukan hanya celana gue yang
sobek. Lutut indah gue pun mengikuti jejak sang celana; sobek.
Karena gue tipe orang yang selalu belajar dari pengalaman, gue
tetap suka ngebut di jalan. Kampret!
Selain ngebut di jalanan, banyak orang yang bilang cara biar enggak stress itu dengan cara tertawa. Ya, faktanya tertawa bisa membuat orang menjadi tidak stress. Tapi, beda cerita kalau lo lagi sendiri tiba-tiba ketawa. Lo bukan menghilangkan stress. Tapi lo kayak yang memberi kode kepada Pegawai Rumah Sakit Jiwa untuk menjemput lo. Hih.
Gue suka baca buku yang di dalamnya banyak cerita lucu kalau gue
lagi stress. Karya Bang Raditya
Dika salah satunya. Setiap gue baca, gue pasti ngakak guling-guling tak tentu
arah. Tapi serius, semua bukunya rame, lucu, dan keren. Gue sangat berharap gue
bisa membuat buku seperti Bang Radit. Do'akan gue, Bang! Emang dia baca, ya?-_-
Orang yang lagi banyak pikiran atau stress itu kebanyakan
tidak stabil alias labil. Sekarang berpikir ini, bisa jadi 1 detik kemudian
berubah pikiran. Secepat itu kah? Enggak juga sih. Huehehe. Ya, intinya labil.
Belum bisa menentukan pilihan yang akan ia ambil. Masih bingung mana yang
menurut dia benar, mana yang menurut dia salah.
Gue juga sama. Gue masih suka bingung dalam menentukan suatu hal.
Kalau gue sedang dalam posisi seperti ini, rasanya gue ingin menjadi Laptop.
Laptop itu mesin. Mereka tidak pernah tau mana yang salah dan mana yang benar,
tetapi mereka tidak pernah labil. Fokus terhadap satu pilihan. Patuh terhadap
satu perintah. Tidak peduli hasilnya seperti apa, yang terpenting bagi mereka
adalah mereka sudah menjalankan misi; misi dari penggunanya.
Sangat berbeda dengan gue. Gue manusia. Gue 'kalah' dengan sebuah
mesin. Gue masih belum bisa menentukan pilihan. Masih belum bisa fokus terhadap
tujuan. Tapi, di sini lah sempurnanya manusia. Mereka diberi hati dan pikiran
oleh Sang Pencipta. Ya... agar mereka berpikir dan merasakan bahwa seperti ini
lah kehidupan yang sebenarnya. Penuh dengan masalah, penuh dengan 'teka-teki',
dan penuh dengan pilihan.
Gue jadi ingat dengan salah satu slogan makanan ringan... Life
is never flat.

